Ketua PP Muhammadiyah: Tokoh Agama Harus Semakin Bijak
(Haedar Nashir)
KETUA Umum
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menuturkan, tokoh agama harus
memberikan teladan yang baik terhadap masyarakat luas. Pemuka agama diminta
meletakkan nilai-nilai rohani dan etika agar bisa menjembatani diri dengan
sesama.
"Baik
tokoh agama, maupun umat beragama semakim wise, bijak dan mengedepankan etika.
Nilai toleransi harus dihidupkan dan dirawat dalam kehidupan bersama,"
ungkap Haedar dalam konferensi pers virtual, Senin (16/11).
Haedar juga
menuturkan, pemeluk agama harus bisa menempatkan diri secara inklusif untuk
menghindari terjadinya konflik agama. Ia menekankan, dalam satu agama saja bisa
memiliki pemahaman yang beda-beda.
"Kalau
kita eksklusif dan hanya ingin mementingkan golongannya sendiri, nanti bisa
terjadi konflik atas nama agama. Konflk agama harus kita cegah. Sekali agama
masuk arena konflik, itu intensitas konfliknya akan keras," jelas Haedar.
Jika
dibandingkan, kata Haedar, konflik agama memiliki dimensi sakral yang kuat
ketimbang konflik lainnya. Ia mengatakan, kalau urusn ekonomi terbatas
permasalahan keuntungan.
"Begitu
juga kalau urusan Politik, paling batasnya siapa memperoleh apa antara satu
sama lain. Tetapi ketika agama masuk (konflik) itu dimensi sakralisasinya
kuat," jelasnya. Haedar mengajak tokoh agama Islam dapat menghadirkan
Islam yang Rahmatan Lil Alamin dan membawa nilai luhur akhlak mulia.
"Ini lah
nilai agama yang diharapkan masyarakat. Muhammadiyah diharapkan juga bisa
memberi teladan bagaimana menghadirkan Islam yang membawa nilai-nilai luhur
akhlak mulia," pungkas Haedar. (sumber:MediaIndonesia.com)